KURMA 2026 Digelar 2–8 Maret, BI Kepri Targetkan Transaksi UMKM Rp2,5 Miliar

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto

IDNNEWS.CO.ID, Batam – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Pemerintah Provinsi Kepri dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) kembali menggelar Kepulauan Riau Ramadan Fair (KURMA) 2026.

Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, ajang ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan UMKM lokal selama bulan suci Ramadan 1447 H.

KURMA 2026 berlangsung pada 2–8 Maret 2026 di dua lokasi, yakni One Batam Mall, Kota Batam dan Kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang puncaknya akan digelar dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Bank Indonesia: Suku Bunga Acuan Turun, Ekonomi Global Semakin 'Gelap'

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto, menegaskan bahwa KURMA tidak sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan instrumen strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi syariah di daerah.

“KURMA 2026 kami desain sebagai platform integrasi antara penguatan UMKM, literasi ekonomi syariah, digitalisasi pembayaran melalui QRIS, serta perluasan akses pembiayaan. Ini adalah bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing,” ujar Rony.

Pada penyelenggaraan 2025, KURMA mencatatkan transaksi penjualan UMKM sebesar Rp2,33 miliar dan realisasi business matching pembiayaan Rp2,19 miliar. Tingkat pemahaman edukasi eksyar peserta juga menunjukkan hasil positif dengan rata-rata nilai post test 81,79.

BACA JUGA:  BPS: Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,02 Persen pada Kuartal IV/2024

Tahun ini, BI Kepri menargetkan capaian yang lebih tinggi. Untuk transaksi penjualan UMKM dipatok Rp2,5 miliar atau tumbuh sekitar 7,3 persen dibanding realisasi tahun lalu. Sementara business matching pembiayaan ditargetkan mencapai Rp2,25 miliar atau meningkat 2,74 persen dari capaian 2025.

Selain itu, volume dan nominal transaksi QRIS selama kegiatan ditargetkan mencapai 40 ribu transaksi dengan nilai sebesar Rp1,8 miliar. Hal ini menjadi bagian dari dorongan percepatan digitalisasi sistem pembayaran di sektor UMKM.

“Kami ingin memastikan UMKM tidak hanya tumbuh dari sisi omzet, tetapi juga naik kelas melalui akses pembiayaan yang lebih luas serta adopsi pembayaran digital. QRIS menjadi instrumen penting untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi transaksi,” jelas Rony.

BACA JUGA:  Bank Indonesia Minta Nasabah Perbankan Mewaspadai Penipuan Transfer Palsu dengan AI

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *