KPP ‘Seret’, Pencairan KPR Tersendat. REI Batam Ungkap Dua Isu Krusial yang Hambat Industri Properti

Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Khusus Batam, Robinson Tan
Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Khusus Batam, Robinson Tan

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Khusus Batam, Robinson Tan, mengungkapkan dua persoalan besar yang tengah membayangi industri properti baik di tingkat nasional maupun khusus wilayah Batam.

Dua isu itu antara lain, problem dana Kredit Pemilikan Properti (KPP) dan pencairan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dinilai menjadi hambatan utama yang membuat geliat sektor properti belum pulih maksimal.

Robinson juga menyoroti bahwa program KPP secara nasional masih jauh dari target pencapaian, meski sebelumnya pelaku industri sempat optimistis setelah adanya peluncuran kebijakan oleh Kementerian Keuangan.

Bacaan Lainnya

“Awalnya kita pikir, dengan virtual launching bisa dapat Rp5 miliar. Persyaratan dipenuhi, langsung cair. Ternyata tidak semudah itu. Skemanya by progress,” ujarnya saat berdiskusi santai dengan pimpinan BTN Batam di momen Peringatan Hari Jadi KPR BTN ke-49 pada Rabu (10/12/2025) pagi.

Robinson juga menguraikan persoalan utama yang dihadapi pengembang di lapangan: ketidaksesuaian antara kebutuhan pendanaan dan jumlah dana yang benar-benar cair dari perbankan.

“Teman-teman butuh Rp5 miliar, tapi yang cair hanya Rp1 miliar. Itu pun bertahap. Jelas tidak cukup untuk menopang cashflow proyek,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat sebagian pengembang akhirnya memilih alternatif pendanaan lain meski bunganya lebih tinggi, demi menjaga arus pengerjaan proyek.

Pos terkait