Tak hanya pengembang, para kontraktor pun ikut merasakan dampaknya. Robinson mengatakan bahwa banyak yang berasumsi bahwa kontraktor akan lebih mudah mengeksekusi proyek meski pencairan KPP atau KPR berjalan lambat. Namun kenyataannya tidak demikian.
“Kontraktor juga tidak semudah itu. Penyelesaiannya ikut terhambat karena pembayaran dari pengembang macet akibat pencairan bank tersendat,” ucapnya.
Robinson menegaskan perlunya penyederhanaan proses pencairan KPP dan harmonisasi aturan administrasi lahan di Batam agar tidak menjadi batu sandungan bagi industri properti.
“Kita butuh kepastian dan percepatan. Tanpa itu, industri akan terus jalan di tempat,” tegasnya.
Sektor properti merupakan salah satu penggerak ekonomi terbesar di Batam, baik dari penciptaan lapangan kerja, aliran investasi, hingga kontribusi terhadap sektor konstruksi dan pendukung lainnya. Robinson berharap pemerintah pusat dan daerah dapat duduk bersama menemukan solusi konkret.(Iman Suryanto)









