Ia menambahkan, konektivitas domestik mencakup wilayah strategis di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta, serta wilayah Kalimantan seperti Pontianak dan Balikpapan. Selain itu, rute ke Sulawesi dan Bali juga menjadi fokus pengembangan ke depan.
“Kami memang belum melayani rute Singapura dan Bali secara langsung saat ini, namun upaya pembukaan rute tersebut terus kami dorong agar Batam semakin terhubung dengan pusat-pusat ekonomi nasional dan internasional,” jelasnya.
Dari sisi trafik penerbangan, rute Jakarta masih menjadi tulang punggung pergerakan penumpang di Bandara Hang Nadim Batam.
Sekitar 35 persen total penerbangan didominasi oleh rute menuju dan dari ibu kota. Disusul rute Padang, Pekanbaru, dan Dabo Singkep yang turut menyumbang pergerakan signifikan.
“Untuk pergerakan pesawat domestik, kepadatan tertinggi tercatat terjadi pada hari Jumat, Selasa, dan Rabu, sementara penerbangan internasional yang masih terbatas membuat aktivitas pesawat luar negeri terkonsentrasi pada akhir pekan, khususnya Jumat dan Sabtu,” jelasnya. (Iman Suryanto)









