Kinerja Perbankan Kepri Lampaui Nasional, OJK Dorong Kredit UMKM dan Penguatan Likuiditas

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menyatakan kinerja industri perbankan di Provinsi Kepulauan Riau hingga Juni 2026 tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan melampaui rata-rata nasional. Untuk menjaga momentum tersebut, OJK mendorong perbankan memperkuat likuiditas, meningkatkan penyaluran kredit ke sektor produktif, khususnya UMKM, serta memperkuat perlindungan konsumen dan literasi keuangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, saat menerima audiensi jajaran Pengurus Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) Daerah Batam di Kantor OJK Provinsi Kepulauan Riau, Senin (3/8/2026).

Menurut Sinar, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi dan sinergi antara regulator dan industri perbankan dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Telkomsel Pastikan Layanan Tetap Berjalan, Posko Layanan Siaga Beroperasi di Kuala Simpang

Dalam kesempatan itu, OJK menyampaikan apresiasi kepada Perbanas Daerah Batam dan seluruh industri perbankan atas kontribusinya dalam menjaga kondisi perbankan di Kepulauan Riau tetap sehat, tumbuh positif, serta didukung tingkat risiko yang terkendali.

Berdasarkan data OJK hingga Juni 2026, total aset Bank Umum di Kepulauan Riau mencapai Rp114,1 triliun, atau tumbuh 12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,78 persen (yoy) menjadi Rp110,1 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK nasional yang sebesar 10,21 persen.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit mencatat pertumbuhan yang sangat tinggi, yakni 38,01 persen (yoy) menjadi Rp118,3 triliun, jauh melampaui pertumbuhan kredit nasional yang sebesar 12,67 persen.

BACA JUGA:  Kepala OJK Sinar Danandjaya : Kinerja Perbankan di Kepri 'Melesat' Seiring Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sumatera

Meski tumbuh pesat, kualitas kredit tetap terjaga. Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang berada di level 1,03 persen, lebih rendah dibandingkan rasio NPL nasional sebesar 2,09 persen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *