Ketua Apindo Rafki Rayid : Pelemahan Rupiah Tekan Daya Beli Nasional, Namun Jadi Momentum Emas bagi Batam

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam, Rafki Rasyid
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam, Rafki Rasyid

Lebih lanjut, Rafky menambahkan bahwa dalam jangka panjang kebijakan pengendalian inflasi melalui kenaikan suku bunga juga memiliki konsekuensi terhadap dunia usaha. Tingginya biaya pinjaman dapat mengurangi ekspansi bisnis dan investasi perusahaan yang pada akhirnya berpotensi memicu pengurangan tenaga kerja.

Meski demikian, ia menilai dampak tersebut belum akan dirasakan dalam waktu dekat dan masih berada dalam tahap antisipasi.

Batam Justru Menikmati Dampak Positif

Bacaan Lainnya

Berbeda dengan kondisi nasional, Batam yang dikenal sebagai kawasan industri dan ekspor justru memperoleh keuntungan dari pelemahan rupiah.

Rafky menjelaskan bahwa sebagian besar produk industri di Batam dipasarkan ke luar negeri dengan transaksi menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat maupun mata uang asing lainnya. Ketika rupiah melemah, nilai pendapatan perusahaan dalam rupiah otomatis meningkat.

“Mayoritas produk Batam dijual ke pasar ekspor dan pembayarannya diterima dalam dolar. Ketika dikonversi ke rupiah, nilai pendapatan perusahaan menjadi lebih besar sehingga memberikan tambahan keuntungan bagi pelaku usaha,” jelasnya.

Tidak hanya sektor industri manufaktur, dampak positif juga dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta sektor pariwisata.

Melemahnya rupiah membuat biaya berwisata ke Batam menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan dari Singapura, Malaysia, dan negara tetangga lainnya. Akibatnya, jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan yang berdampak langsung pada berbagai sektor ekonomi.

Pos terkait