Inflasi Kepri Lebihi Nasional, BI dan TPID Gencarkan Pasar Murah dan Pengendalian Harga

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat inflasi sebesar 0,38 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Mei 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi April 2026 yang mencapai 0,43 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Bank Indonesia Perwakilan Kepri, inflasi terjadi di seluruh wilayah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kepri. Kota Batam mencatat inflasi sebesar 0,33 persen, Kota Tanjungpinang 0,59 persen, dan Kabupaten Karimun 0,63 persen.

Sementara itu, secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Kepri tercatat sebesar 3,92 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 3,06 persen. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 3,08 persen.

Bacaan Lainnya

Di tingkat regional Sumatera, inflasi Kepri menempati posisi keempat tertinggi setelah Aceh (5,12 persen), Sumatera Utara (4,35 persen), dan Riau (3,95 persen).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony P Widijarto, menjelaskan bahwa tekanan inflasi pada Mei 2026 terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 1,27 persen dengan andil 0,37 persen terhadap inflasi bulanan.

Kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai merah, tomat, sawi hijau, dan ketimun menjadi faktor utama pendorong inflasi. Kondisi tersebut dipengaruhi berakhirnya masa panen raya di sejumlah daerah pemasok di wilayah Sumatera bagian utara.

Selain itu, kelompok transportasi juga mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dengan andil 0,03 persen. Kenaikan ini dipicu dampak rambatan meningkatnya harga energi global yang berpengaruh terhadap penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Pos terkait