IDNNEWS.CO.ID, BATAM — Kawasan wisata Dang Anom tak jauh dari Fly Over Laluan Madani, yang dikenal sebagai salah satu ikon keindahan Batam dengan panorama lautnya yang tenang dan lanskap perbukitan yang memanjakan mata, kini tengah menghadapi “musuh baru” yang tak kalah mengganggu dari sampah fisik yakni sampah visual.
Mengingat di lokasi tersebut, ragam besi berkas tiang baliho, spanduk reklame, dan papan promosi yang beberapa waktu lalu ditertibkan terlihat menumpuk dan mulai merampas ruang pandang dan mencederai estetika kawasan wisata tersebut.
Jika dulu wisatawan disambut oleh deretan pohon yang rapi dan pemandangan terbuka yang lapang, kini mereka lebih dulu bertemu dengan deretan sisa-sisa sampah visual beragam bentuk.
Keluhan itu datang dari banyak warga. Salah satunya Hendra, warga Batam Centre, yang mengaku sering membawa keluarganya berkunjung ke Dang Anom pada akhir pekan.
“Tempatnya sebenarnya indah sekali. Tapi sekarang mau foto saja harus pintar cari sudut supaya sisa-sisa tiang-tiang baliho itu nggak ikut masuk frame,” keluhnya.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu, apalagi Batam saat ini tengah mempromosikan diri sebagai kota wisata yang ramah dan menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Kita ini lagi jualan pariwisata, tapi pemandangan dasarnya saja sudah dipenuhi sampah visual. Sayang sekali,” imbuhnya.
