Catatan Perayaan 17 Tahun Batam Folding Bike dan 19 Tahun Indonesia Folding Bike



Pagi itu, Dataran Engku Putri tidak hanya dipenuhi derit rantai dan putaran roda. Ia dipenuhi cerita. Dari berbagai penjuru Kota Batam, bahkan dari Singapura dan Malaysia, para pesepeda datang membawa semangat yang sama: merayakan kebersamaan, merawat persaudaraan, dan menemukan kebahagiaan dalam setiap kayuhan.
Batam Folding Bike (BFB), rumah besar para pesepeda lipat di Bandar Dunia Madani, memasuki usia yang manis: 17 tahun. Pada saat yang sama, para pesepeda juga merayakan 19 tahun Indonesia Folding Bike (IdFB), wadah yang selama hampir dua dekade menyatukan para pencinta sepeda lipat dari seluruh penjuru negeri.
Perayaan itu menjelma menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan banyak hati dalam satu irama kayuhan. Usia belasan tahun bukan sekadar angka, melainkan penanda perjalanan panjang yang penuh cerita, persahabatan, dan kebersamaan. Dari sebuah kesamaan hobi, lahirlah sebuah keluarga besar yang terus tumbuh, melintasi batas daerah bahkan negara. Dua roda yang sederhana telah membuktikan bahwa persaudaraan dapat dirawat dan dijaga selama bertahun-tahun.
Sejak matahari belum tinggi, peserta mulai berdatangan. Ada yang hadir bersama sahabat lama, ada yang membawa keluarga, ada pula yang baru pertama kali bergabung. Namun ketika pedal mulai dikayuh, semua perbedaan seakan luruh. Tidak ada lagi sekat usia, profesi, maupun latar belakang. Semua menjadi bagian dari rombongan yang bergerak dalam ritme yang sama, menikmati jalanan Batam yang pagi itu terasa begitu ramah dan bersahabat.
“Terima kasih atas kehadiran seluruh pesepeda dari berbagai sudut Kota Batam, serta sahabat-sahabat dari Singapura dan Malaysia,” ujar Rizal Saputra, Ketua Batam Folding Bike, yang tampak antusias menyambut para peserta.










