Ketika Sepeda Menyatukan Langkah dan Hikmah

Tentu, sebuah kegiatan sebesar ini tidak akan berjalan baik tanpa dukungan banyak pihak. Di balik kemeriahan acara, ada panitia, marshal, relawan, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan berbagai unsur lain yang bekerja dalam senyap agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan menyenangkan.

Apresiasi dan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kota Batam, BP Batam, serta Polresta Barelang yang telah memberikan dukungan penuh sehingga perayaan ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Dukungan tersebut menjadi wujud nyata bahwa semangat membangun kota yang sehat, aktif, ramah pesepeda, dan nyaman bagi seluruh masyarakat hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang erat antara komunitas, pemerintah, dan aparat.

BACA JUGA:  Telkom Teguhkan Transformasi Jadi National Sustainability Platform, Dorong Ekonomi Digital Hijau dan Inklusif

Ucapan terima kasih yang tulus juga patut disampaikan kepada para sponsor yang telah memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Kepada PLN Batam, PT Makmur Elok Graha (MEG), Artha Graha Peduli, MyPertamina, Pertamina Gas Negara, Telkomsel, Hotel Mercure Batam, BPJS Ketenagakerjaan, Hydro Coco, Fitbar, Sanford, Cattleya Bakery, Sacchi Kuns Wellness, dan Salsa Parfum, dukungan yang diberikan bukan hanya membantu terselenggaranya sebuah acara, tetapi juga ikut menumbuhkan budaya hidup sehat dan memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  PLN Batam dan Ditpamobvit Polda Kepri Bersinergi Pengamanan Infrastuktur Kelistrikan

Dukungan juga datang dari Sekolah Daarut Tauhid Indonesia, Wakaf Daarut Tauhid, dan DT Peduli. Sementara sejumlah media turut membantu menyebarluaskan semangat kegiatan ini kepada masyarakat, di antaranya GoKepri, KataBatam, Batamclick, Inibatam, Posmetro Batam, IDN News, Arira News, RRI Batam, dan Batam FM.

Ketika acara usai dan peserta mulai kembali ke rumah masing-masing, yang tersisa bukan hanya dokumentasi di telepon genggam atau kenang-kenangan dari sebuah perayaan. Yang tertinggal adalah cerita. Tentang tawa yang pecah di sepanjang rute. Tentang sapaan hangat antar-pesepeda yang mungkin baru pertama kali bertemu. Tentang nasihat yang menenangkan dari Aa Gym. Tentang sebuah pagi yang mengingatkan bahwa persaudaraan dapat tumbuh dari hal-hal sederhana.

BACA JUGA:  Kepri Bidik Pertumbuhan Ekonomi Maritim Melalui Pengembangan Labuh Jangkar Tanjung Berakit

Selama roda masih berputar, selama semangat kebersamaan terus dirawat, kisah itu akan terus hidup. BFB ke-17 dan 19 Tahun Indonesia Folding Bike akan dikenang bukan sekadar sebagai sebuah kegiatan, melainkan sebagai perayaan yang menyatukan langkah, mengayuh harapan, dan menggerakkan hati banyak orang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *