Kerapu, Lobster hingga Napoleon Jadi Komoditas Ekspor, OJK Kepri Perkuat Pembiayaan Natuna

“Dinas Perikanan Kabupaten Natuna menyampaikan apresiasi kepada OJK yang telah menginisiasi kegiatan ini. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus dilanjutkan karena sektor perikanan memiliki potensi besar dan membutuhkan dukungan berbagai pihak, khususnya dalam akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha,” ujar Dedy.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Natuna memiliki sekitar 10.347 nelayan dengan produksi perikanan mencapai 72.394 ton. Produksi perikanan budidaya tercatat sebesar 1.264 ton, sedangkan hasil olahan perikanan mencapai 446,97 ton.

Sejumlah komoditas perikanan Natuna juga telah berorientasi pada pasar ekspor, antara lain ikan kerapu, lobster, dan ikan Napoleon. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya ruang pengembangan sektor perikanan Natuna, baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun memperluas pasar produk perikanan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Sinar Mas Kupas Masa Depan Industri Asuransi di Era Digital dalam Financial Weekend 2025

OJK Tinjau Langsung Potensi Usaha Perikanan Natuna

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, OJK Provinsi Kepulauan Riau melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi usaha sektor perikanan di Kabupaten Natuna. Kunjungan mencakup lokasi budidaya ikan laut, budidaya ikan tawar, serta lokasi offtaker nelayan tangkap.

Kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung kepada OJK mengenai karakteristik usaha, proses bisnis, kebutuhan pembiayaan, dan berbagai tantangan yang dihadapi pelaku sektor perikanan.

Informasi dari lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi OJK bersama Pemerintah Kabupaten Natuna dan industri jasa keuangan untuk mengembangkan akses pembiayaan yang semakin sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pelaku usaha sektor perikanan.

BACA JUGA:  Pertimbangan Kondisi Pasar, OJK Terbitkan Kebijakan 'Buyback' Saham tanpa RUPS

Kegiatan literasi keuangan dan business matching sektor perikanan menjadi bagian dari upaya OJK memperkuat ekosistem keuangan untuk mendukung sektor produktif di Kabupaten Natuna.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *