IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan tren membaik pada Februari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat TPT berada di angka 6,87 persen, turun tipis 0,02 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 6,89 persen.
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau, Toto Haryanto Silitonga, menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan sekitar enam hingga tujuh orang dari setiap 100 angkatan kerja masih belum mendapatkan pekerjaan.
“Pengangguran adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha baru, sudah diterima bekerja namun belum mulai bekerja, atau merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan,” ujar Toto, Kamis.
Menurutnya, Tingkat Pengangguran Terbuka merupakan salah satu indikator penting untuk melihat kemampuan pasar kerja dalam menyerap angkatan kerja di suatu daerah.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026, TPT laki-laki tercatat sebesar 6,62 persen, sedangkan perempuan 7,31 persen. Dibandingkan Februari 2025, pengangguran perempuan mengalami penurunan 0,39 persen poin, sementara pengangguran laki-laki justru meningkat 0,22 persen poin.
Jika dilihat berdasarkan wilayah, tingkat pengangguran di kawasan perkotaan mencapai 7,12 persen, lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan yang sebesar 3,80 persen. Dibandingkan tahun sebelumnya, pengangguran di perkotaan meningkat 0,13 persen poin, sedangkan di perdesaan turun signifikan sebesar 2,09 persen poin.
Dari sisi pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni 8,67 persen. Bahkan, kelompok ini mendominasi komposisi pengangguran di Kepulauan Riau dengan porsi mencapai 63,63 persen dari total pengangguran.
Sementara itu, lulusan perguruan tinggi menyumbang 16,86 persen dari total pengangguran, sedangkan tingkat pengangguran terendah berasal dari kelompok berpendidikan SMP ke bawah yang tercatat sebesar 3,82 persen.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Riau, Diky Wijaya, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan berbasis kompetensi.
Menurut Diky, kebutuhan dunia usaha saat ini tidak lagi hanya berfokus pada ijazah, tetapi juga keterampilan yang dibuktikan melalui sertifikasi kompetensi.
“Sekarang pasar kerja tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga keterampilan dan kompetensi,” katanya.
Sebagai upaya meningkatkan daya saing pencari kerja, Disnakertrans Kepri telah menyiapkan sekitar 50 program pelatihan berbasis kompetensi di Kota Batam. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan tenaga kerja sehingga peluang masyarakat untuk memperoleh pekerjaan semakin besar.
“Setelah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikasi, peluang mereka untuk diterima kerja jauh lebih besar,” tutup Diky.
SUMBER: BISNIS INDONESIA










