Beberapa program prioritas yang disoroti antara lain penguatan program MBG, pengembangan Koperasi Merah Putih, pembangunan Kampung Nelayan, serta penguatan Sekolah Rakyat. Program-program tersebut dinilai selaras dengan semangat Hari Marwah yang menekankan kemandirian dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Program MBG diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, sementara Koperasi Merah Putih menjadi wadah pemberdayaan ekonomi berbasis gotong royong. Di sisi lain, Kampung Nelayan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sedangkan Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Semua program ini adalah bagian dari upaya menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat Kepri. Hari Marwah harus menjadi pengingat bahwa perjuangan pembentukan provinsi bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat,” tegas Nyanyang.
Sebagai provinsi kepulauan yang berada di jalur perdagangan internasional, Kepri memiliki potensi besar di sektor maritim, pariwisata, industri, dan perdagangan. Momentum Hari Marwah Kepri dinilai tepat untuk kembali menegaskan identitas Kepri sebagai provinsi maritim yang berdaya saing global.
Pemerintah daerah diharapkan terus mendorong inovasi, investasi, serta pengembangan sumber daya manusia agar Kepri mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Menutup pernyataannya, Wagub Nyanyang mengajak masyarakat Kepulauan Riau menjaga persatuan dan semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Hari Marwah Kepri ke-24 harus menjadi energi baru bagi kita semua untuk terus melangkah maju. Mari jaga persatuan, kuatkan kemandirian, dan wujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kepulauan Riau,” pungkasnya.
Peringatan Hari Marwah Kepri ke-24 menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan bukan sekadar kenangan, melainkan fondasi kuat untuk membangun masa depan negeri yang lebih bermartabat, mandiri, dan sejahtera. (Iman Suryanto)









