Kemiskinan Batam Turun ke 3,81 Persen, Amsakar: Program Pemberdayaan Nelayan Beri Dampak Nyata

Di hadapan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Amsakar memaparkan tiga filosofi utama pembangunan yang menjadi arah kebijakan Pemerintah Kota Batam.

Pertama, mengadakan yang belum ada, melalui pembangunan infrastruktur baru yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, seperti pelabuhan dan fasilitas pendukung lainnya.

Kedua, meningkatkan yang sudah ada, yakni memperbaiki dan mengembangkan fasilitas publik agar mampu mengikuti pertumbuhan penduduk serta aktivitas ekonomi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BPS : Ayam, Telur dan Santan Picu Inflasi di Kepri pada Desember 2024

Ketiga, memberdayakan masyarakat yang lemah, melalui berbagai program pengentasan kemiskinan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut Amsakar, ketiga pendekatan tersebut menjadi fondasi penting agar pertumbuhan ekonomi Batam berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Amsakar juga mengingatkan agar program kolaborasi pemerintah pusat dan daerah tidak berhenti pada seremoni semata.

Dengan mengutip puisi Chairil Anwar dan sebuah metafora yang mengundang senyum peserta, ia berharap program SiTaskin Pesisir benar-benar menghasilkan perubahan nyata.

“Banyak agenda nasional yang sifatnya seperti puisi Chairil Anwar, ‘Sekali berarti sudah itu mati’. Meledak-ledak saat acara, tetapi setelah itu seperti Isuzu Panther, nyaris tidak terdengar. Untuk program ini, kami yakin akan melahirkan langkah konkret yang benar-benar menyentuh masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:  'Hujan-hujanan' Li Claudia Chandra Tinjau Lokasi Longsor di Bengkong

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *