Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) selama semester I, jumlah ekspor ikan Natuna tujuan Hongkong mencapai 28.818 ekor ikan dengan nilai ekonomi sebesar Rp2,9 miliar. Frekuensinya sebanyak tiga kali ekspor dan relatif terus meningkat. Selain itu, selama semester I juga ekspor 2,3 ton ikan ke Malaysia.
Sejauh ini, menurut Hasim, ekspor ikan dari Natuna tidak ada mengalami kendala atau penolakan dari negara tujuan atau Notification of Non-Compliance (NNC). Hal ini membuktikan bahwa janji layanan Karantina selama ini dalam pengawasan dan pemeriksaan berjalan dengan efektif.
“Kami bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dan menjunjung integritas. Amanah yang diemban adalah wujud kehadiran negara dalam menjamin kelancaran ekspor, apalagi ini soal komoditas perikanan yang menjadi sumber pendapatan nelayan di Natuna,” tutup Hasim.










