Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masuk Perairan Indonesia, Dikawal KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA — Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, akhirnya memasuki perairan Tanah Air. Kapal dengan nomor lambung 551 tersebut terlihat dalam sejumlah foto yang diterima dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispenal).

Dalam foto tersebut, Giuseppe Garibaldi tampak berlayar di tengah laut dengan dua fregat TNI Angkatan Laut (AL) berada di sisi kiri dan kanannya.

Kedua kapal pengawal itu merupakan fregat kelas Brawijaya, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Ketiganya berlayar dalam satu formasi saat Garibaldi memasuki perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.

Bacaan Lainnya

Dari udara, Garibaldi terlihat berada di tengah formasi. Dua fregat TNI AL bergerak di sisi kanan dan kiri kapal dengan jarak tertentu. Jejak putih dari buritan ketiga kapal terlihat membelah permukaan laut.

BACA JUGA:  Amsakar Ajak Masyarakat Bangun Energi Kolektif Demi Kemajuan Batam

Formasi tersebut memperlihatkan pengawalan terhadap Garibaldi selama pelayarannya memasuki wilayah perairan Indonesia.

Pada bagian atas bangunan kapal, nomor lambung 551 terlihat jelas. Bendera Italia juga berkibar di dekat struktur anjungan kapal.

Salah satu foto juga memperlihatkan sebuah pesawat angkut bermesin turboprop terbang rendah di atas laut, tepat di depan Garibaldi. Pesawat tersebut terlihat berada dalam satu rangkaian kegiatan pelayaran dengan kapal.

“Kapal induk ini akan tiba di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026,” kata keterangan Dispenal, dikutip Kamis (17/9/2026).

Menurut rencana, kedatangan kapal induk tersebut akan disambut Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

Selain itu, hadir pula Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny, serta sejumlah pejabat pemerintah lainnya.

BACA JUGA:  Pertumbuhan Ekonomi Kepri Tertingggi se-Sumatera, Kepala OJK Sinar Danandjaya: Business Matching dan Peningkatan Kesejahteraan Jadi Kuncinya

Dispenal menyebut kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi ke Indonesia menjadi bagian penting dalam perjalanan penguatan kemampuan TNI AL, terutama untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“Kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi ke Tanah Air menjadi bagian penting dalam perjalanan penguatan kemampuan TNI AL dalam memperkuat Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan seperti yang telah menjadi prioritas Presiden RI,” jelas Dispenal.

Berlayar dari Italia

Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia pada Senin (24/8/2026) malam waktu Italia atau Selasa (25/8/2026) dini hari waktu Indonesia.

“Benar, sesuai rencana kapal Garibaldi akan bertolak dari Italia (Senin) malam ini,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/8/2026) malam.

Dalam perjalanan menuju Indonesia, Giuseppe Garibaldi direncanakan melintasi Terusan Suez dan singgah di Jeddah, Arab Saudi, serta Colombo, Sri Lanka. Setelah itu, kapal melanjutkan pelayaran menuju Indonesia.

BACA JUGA:  Mayoritas Warga Kepri Inginkan Gubernur Baru, Nama HM Rudi Kian Terkenal

Pelayaran tersebut direncanakan berlangsung selama sekitar tiga pekan sehingga kapal diperkirakan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026.

Sebelum pelayaran, TNI AL mengonfirmasi sebanyak 100 prajuritnya telah bertolak ke Italia untuk menjemput Giuseppe Garibaldi.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Marsekal Pertama Tunggul mengatakan, 100 prajurit TNI AL tersebut menjalani pelatihan sebelum mengawaki kapal induk pertama Indonesia itu.

“Saat ini perkembangannya, kru dari Garibaldi sudah berada di Italia untuk melaksanakan serangkaian pelatihan sebelum pelaksanaan penyeberangan,” ujar Tunggul saat dihubungi Kompas.com, 14 Juli 2026.

Selanjutnya, mereka akan membawa Giuseppe Garibaldi berlayar ke Indonesia dengan skema joint crew, yakni pengawak gabungan yang terdiri dari personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia.

“kemudian setelah tiba di Indonesia akan dilaksanakan serah terima sampai dengan 100 persen pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut,” jelas Tunggul.

SUMBER: KOMPAS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *