Sementara itu, Iman Sutiawan menegaskan bahwa Partai Gerindra Kepri tidak pernah melakukan tindakan yang melanggar hukum atau memecah belah bangsa. Namun, ia menegaskan sikap tegas jika ada pihak dari luar yang mencoba mengusik partai.
“Jika ada pihak luar yang mencoba mengobok-obok Partai Gerindra, jawabannya hanya satu: lawan,” seru Iman yang disambut sorak sorai massa.
Iman juga memastikan bahwa pihaknya akan menelusuri siapa pun yang mencoba memecah belah internal partai dan akan meminta pertanggungjawaban hukum atas tindakan tersebut.
Di kesempatan yang sama, Iman turut mengungkapkan bahwa sejak awal terjadinya bencana di Sumatera, Partai Gerindra Kepri telah berhasil menggalang donasi sebesar Rp280 juta yang telah disalurkan ke tiga provinsi terdampak.
Dalam momentum yang sama, sebagian massa menyuarakan tuntutan agar Kapolresta Barelang dicopot dari jabatannya. Mereka menilai kepolisian lalai karena aksi demonstrasi dapat terjadi bersamaan dengan puncak peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-18 pada 18 Desember 2025 di Gedung DPRD Batam.
Menurut massa, perayaan HJB merupakan momen sakral bagi masyarakat Batam dan seharusnya tidak ternodai oleh aksi demonstrasi apa pun.
Aksi para kader dan simpatisan Gerindra ini berlangsung tertib hingga selesai, namun memastikan pesan politik mereka tersampaikan dengan tegas—bahwa soliditas partai tetap terjaga dan upaya mengusik Gerindra akan mendapatkan perlawanan.(***)









