Branch Manager BTN Batam, Indra Sakti Agung Nugroho, menambahkan bahwa BTN ingin kehadirannya di tengah masyarakat tak berhenti pada dunia perbankan, tetapi juga membawa nilai sosial dan spiritual.
“Bantuan ini sederhana, tapi kami berharap membawa keberkahan dan mempererat hubungan dengan dunia pendidikan,” ujarnya.
Bagi Kamaluddin, kehadiran BTN di pesantrennya bukan sekadar kunjungan, tetapi bentuk nyata gotong royong sosial. “Kami berharap kerja sama seperti ini terus tumbuh. Karena sejatinya, pendidikan anak-anak bangsa adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis paket sembako kepada santri dan doa bersama. Di wajah-wajah muda para penghafal Al-Qur’an itu, terpancar harapan baru—bahwa kebaikan yang ditanam hari ini akan berbuah kebaikan di masa depan.
Seperti pepatah Melayu yang diucapkan Kamaluddin di penghujung acara:
“Yang berbudi akan dikenang, yang berbakti akan disayang.”
Di bawah langit Nongsa, pesantren kecil itu menjadi saksi—bahwa kepedulian dan pendidikan, jika dirajut dengan cinta, akan menjadi warisan paling berharga bagi negeri ini.(Iman)









