Kamaluddin: Dari Ketua DPRD hingga Pengasuh Santri, Menyulam Harapan dari Pesantren Al Fadlu 7

“Bantuan ini bukan sekadar sembako, tapi bentuk kasih sayang kepada anak-anak kami. Insya Allah menjadi berkah, karena dimakan oleh para penghafal Al-Qur’an,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Bagi Kamaluddin, perhatian BTN bukan hanya membantu secara material, tapi juga memberi semangat baru bagi para santri dan pengajar. Ia percaya, tangan-tangan yang memberi dengan tulus akan menumbuhkan generasi yang berilmu dan berakhlak.

“Anak-anak kami merasa disapa. Mereka bahagia bukan karena acara besar, tapi karena merasakan kepedulian. Semoga sinergi seperti ini terus berlanjut,” tambahnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Bawaslu Kepri Ajak Masyarakat Aktif Melapor Jika Menemukan Pelanggaran di Pilkada Kepri

Kamaluddin kemudian mengenang masa awal berdirinya pesantren tersebut.

“Pondok ini kami dirikan pada 18 Maret 2023, berawal dari semangat gotong royong. Santri pertama kami hanya 77 orang. Kini sudah ada ratusan, dan banyak yang sudah khatam Al-Qur’an hingga 11 juz,” ujarnya dengan senyum bangga.

Santri-santri Al Fadlu 7 tak hanya fokus pada hafalan Al-Qur’an, tapi juga aktif mengikuti berbagai lomba pendidikan dan keagamaan. Bagi Kamaluddin, setiap prestasi yang diraih para santri adalah bukti bahwa pendidikan berbasis nilai dan kasih sayang mampu melahirkan generasi unggul.

Sementara itu, Komisaris Bank BTN, Pietra Machreza Paloh, yang hadir langsung dalam kegiatan itu, mengaku terinspirasi oleh semangat para santri dan perjuangan Kamaluddin mendirikan pesantren.

BACA JUGA:  Politisi PAN Herry Herlangga Dianugerahi Warga Kehormatan oleh Paguyuban Laskar Banjar Dalas Hangit

“Ilmu setinggi langit, tapi hati tetap membumi. Itulah yang saya lihat di sini,” ujar Pietra dalam sambutannya, menegaskan pentingnya adab dan akhlak sebagai dasar pendidikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *