Selain itu, realisasi investasi Kepri pada 2025 mencapai Rp64,67 triliun, menunjukkan daerah tersebut semakin dipercaya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
“Menariknya lagi, komposisi investasi di Kepri relatif seimbang, yakni 50 persen berasal dari penanaman modal dalam negeri dan 50 persen dari penanaman modal asing,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat kolaborasi antara KADIN dengan pemerintah daerah, pelaku UMKM hingga perusahaan besar agar ekosistem usaha di Kepri semakin kokoh.
“KADIN harus menjadi jembatan antara pengusaha besar dan kecil. Saya optimistis KADIN Kepri mampu menjaga kestabilan serta keamanan investasi bagi para investor,” tegas Anindya.
Sementara itu, Ketua KADIN Kepri periode 2026–2031, Ir Mustava, menyatakan kepengurusan baru siap menjalankan amanah organisasi dengan memperkuat sinergi bersama pemerintah, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Mustava, KADIN Kepri akan memprioritaskan peningkatan investasi, penguatan sektor UMKM, pengembangan kawasan FTZ Batam, Bintan, dan Karimun, serta mendorong transformasi ekonomi berbasis digital dan ekonomi hijau.










