IDNNEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan, Selasa (16/6/2026).
Momentum ini menjadi titik awal penguatan strategi investasi daerah, dengan fokus mengoptimalkan kawasan Free Trade Zone (FTZ) dan menangkap peluang industri digital, termasuk investasi pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI).
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, yang memimpin langsung prosesi pengukuhan, menegaskan Kadin Kepri harus mengambil peran lebih besar dalam memasarkan potensi investasi daerah.
Menurutnya, Kepri telah memiliki modal kuat melalui kawasan FTZ yang perlu dipromosikan secara lebih agresif kepada investor nasional maupun global.
“Karena arahan Presiden, Kadin harus membuat yang besar menjadi besar dan yang kecil menjadi besar. Apalagi FTZ di Kepri sudah bagus dan dapat dioptimalkan lebih jauh lagi,” kata Anindya.
Ia menilai strategi pemasaran investasi harus menjadi prioritas Kadin Kepri melalui penguatan sistem promosi dan kampanye ekonomi yang mampu meningkatkan daya tarik kawasan FTZ.
“Saya mendukung Kadin Kepri agar FTZ dapat memberikan manfaat ekonomi secara menyeluruh,” ujarnya.
Selain mengandalkan sektor manufaktur dan industri pengolahan, Anindya melihat Kepri memiliki peluang besar menjadi pusat ekonomi digital.
Salah satu potensi yang dinilai menjanjikan adalah rencana pembangunan data center AI di Kota Batam yang diproyeksikan mampu menarik investasi teknologi bernilai tinggi.










