Kabut Asap Batam, PM2.5 Tembus 190,1 µg/m³ dan 327 Warga Terserang ISPA

IDNNEWS.CO.ID, BATAM — Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu (14/10/2026) pagi. Kualitas udara tercatat berada dalam kategori sangat tidak sehat, dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 190,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 08.00 WIB.

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. Data yang dilaporkan mencatat sebanyak 327 warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala Humas BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan jarak pandang di Batam tercatat sekitar 1.400 meter akibat kondisi atmosfer yang dipenuhi kabut asap.

Bacaan Lainnya

“Ini sudah masuk waspada bagi bandara landasan pendek, kalau untuk Batam sejauh ini masih aman,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sambut Ramadan, BI Kepri Gelar Donor Darah: 762 Kantong Terkumpul dari 924 Pendaftar

Suratman menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Batam bukan hanya berasal dari wilayah setempat. Asap tersebut terbawa angin dari kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan hingga mencapai Kepulauan Riau.

Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 3–15 kilometer per jam, kemudian bergerak menuju barat laut hingga timur laut.

“Sehingga memang Kepri kena sebaran asapnya,” tambahnya.

Jarak Pandang Terbatas, Pengendara Diminta Waspada

Kabut asap dilaporkan menyelimuti sejumlah kawasan di Batam sejak pagi hari. Di kawasan Batam Center, kabut terlihat semakin rendah dan mengurangi jarak pandang pengguna jalan.

Kondisi tersebut membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas, terutama pada ruas jalan dengan jarak pandang terbatas.

“Kabut makin tebal, bawa kendaraan harus hati-hati,” ujar seorang pengendara.

Jarak pandang yang berkurang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Karena itu, pengendara diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan.

BACA JUGA:  Ibu-ibu Majelis Taklim Se-Batam Dukung Rudi-Rafiq Jadi Pemimpin Kepri

327 Warga Terserang ISPA

Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kabut asap juga menjadi perhatian dari sisi kesehatan. Data yang dilaporkan mencatat 327 warga mengalami ISPA di tengah kondisi udara yang memburuk.

Partikel halus PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan polusi udara dapat memicu iritasi dan memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih pekat. Jika harus beraktivitas di luar, warga disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti respirator N95 atau KN95, apabila tersedia dan digunakan dengan benar.

Warga juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan. Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pernapasan yang memburuk, segera cari pertolongan medis.

BACA JUGA:  Piaggio Indonesia Resmikan Dealer Motoplex Pertama di Batam, Vespa dan Piaggio Kini Lebih Dekat dengan Konsumen

Warga Diminta Mengurangi Paparan Asap

Untuk mengurangi dampak kabut asap, masyarakat disarankan membatasi kegiatan luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat. Saat berada di dalam rumah, tutup pintu dan jendela ketika asap pekat masuk ke lingkungan serta hindari sumber polusi tambahan di dalam ruangan.

Menjaga kecukupan cairan juga penting untuk mendukung kondisi tubuh, meskipun minum air putih tidak dapat menggantikan upaya mengurangi paparan polusi.

Kondisi kualitas udara dan jarak pandang perlu terus dipantau karena dapat berubah mengikuti arah angin dan perkembangan kebakaran hutan di wilayah sumber asap.

Dengan PM2.5 mencapai 190,1 µg/m³ dan ratusan warga dilaporkan terserang ISPA, kabut asap di Batam menjadi perhatian serius bagi kesehatan masyarakat dan keselamatan pengguna jalan. Warga diharapkan mengikuti informasi resmi serta mengambil langkah perlindungan selama kualitas udara belum membaik.

SUMBER: BATAMNEWS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *