Budi menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara layanan kuratif dan promotif-preventif agar beban pembiayaan kesehatan tetap terkendali. Program pencegahan seperti skrining riwayat kesehatan dan cek kesehatan gratis akan terus diperkuat sebagai strategi menekan penyakit berbiaya tinggi.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan aktif mendukung penguatan upaya promotif dan preventif melalui berbagai inovasi, salah satunya Gerakan 3-3-5 yang mendorong aktivitas fisik rutin untuk menekan risiko hipertensi dan diabetes.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga terus memperluas akses layanan melalui BPJS Keliling, layanan digital Mobile JKN, PANDAWA, serta Care Center 165.
Dengan jumlah peserta mencapai 284,11 juta jiwa atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia, BPJS Kesehatan juga memperluas jejaring rumah sakit, termasuk kerja sama dengan rumah sakit bergerak untuk menjangkau wilayah terpencil.
Dari sisi kebijakan, mantan Ketua Panitia Khusus UU BPJS, Ahmad Nizar Shihab, menilai Program JKN telah membawa perubahan besar dalam ekosistem kesehatan nasional dengan memperkuat prinsip solidaritas sosial. Sistem jaminan kesehatan dinilai tidak hanya menjamin akses layanan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama.









