Jepang Lirik Sampah Batam, 1.205 Ton per Hari Berpotensi Diubah Jadi Listrik 20 MW

Dalam pembahasan selanjutnya, PT PLN (Persero) juga akan dilibatkan sebagai pihak yang berpotensi membeli listrik yang dihasilkan dari proyek WtE.

Langkah tersebut membuka peluang terbentuknya ekosistem baru yang menghubungkan pengelolaan sampah, teknologi pengolahan, investasi, hingga penyediaan energi listrik.

Selain menawarkan proyek WtE, BP Batam memanfaatkan APCC 2026 untuk memperluas peluang kerja sama di bidang ekonomi sirkular dan teknologi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Bandara Hang Nadim Perkuat Fondasi Keselamatan dan Ekonomi Batam

Pada 3 September 2026, BP Batam bertemu dengan Wakil Wali Kota Yokohama. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama antara Pemerintah Kota Yokohama dan Kota Batam.

Menurut Ariastuty, ketertarikan calon mitra Jepang terhadap potensi WtE Batam diharapkan tidak berhenti pada pembahasan awal, tetapi berlanjut ke kajian dan pembicaraan yang lebih konkret.

“Kami berharap ketertarikan ini dapat ditindaklanjuti dengan pembahasan yang lebih konkret di Batam. Yang kami dorong adalah, bagaimana sampah dapat diolah menjadi energi terbarukan dan memberikan manfaat bagi Kota Batam, serta mendorong keterlibatan langsung masyarakat dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Bagi Batam, pengembangan WtE tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan. Jika layak secara teknis dan ekonomi, proyek tersebut berpotensi membuka ruang investasi baru, menciptakan aktivitas ekonomi, sekaligus menambah sumber energi terbarukan.

BACA JUGA:  106 KK Terdampak Rempang Eco-City Telah Tempati Rumah Baru di Tanjung Banon

Turut hadir dalam rangkaian pertemuan tersebut Direktur Pengendalian Investasi BP Batam Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hadjad Widagdo, serta Kepala Biro Keuangan Siswanto. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *