“Dengan jumlah sampah yang mencapai 1.205 ton per hari, Batam memiliki potensi untuk mengembangkan waste to energy. Karena itu, kami menawarkan FS sebagai langkah awal agar proyek ini memiliki dasar kajian yang jelas dan dapat dikembangkan lebih lanjut,” kata Ariastuty.
Peluang kerja sama tersebut langsung mendapat respons dari JFE Engineering Corporation, perusahaan asal Jepang yang memiliki pengalaman di bidang rekayasa dan infrastruktur energi.
Usai sesi presentasi, BP Batam menggelar pertemuan khusus dengan JFE Engineering untuk membahas peluang pengembangan WtE di Batam.
Berdasarkan estimasi awal JFE Engineering, volume sampah Batam berpotensi dikonversi menjadi energi listrik dengan kapasitas sekitar 20 megawatt (MW).
Jika potensi tersebut terealisasi, energi yang dihasilkan diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan listrik sekitar 20.000 rumah.
Meski demikian, angka tersebut masih merupakan estimasi awal. Kajian lebih mendalam tetap diperlukan untuk menentukan kelayakan teknis, finansial, lingkungan, serta skema investasi proyek.
JFE Engineering menyatakan ketertarikannya untuk datang langsung ke Batam guna mendalami peluang pengembangan proyek tersebut.











