Jensen Huang Ungkap Alasan Nvidia Dominasi Industri AI Global

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA — CEO Nvidia, Jensen Huang, mengungkap alasan perusahaan yang dipimpinnya mampu terus mendominasi bisnis kecerdasan buatan (AI) secara menyeluruh, mulai dari cip, listrik, hingga lahan data center di berbagai belahan dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Huang dalam konferensi Goldman Sachs Communicopia + Technology, Kamis (10/9/2026).

Huang menepis anggapan bahwa Nvidia saat ini masih sekadar perusahaan pembuat cip seperti pada masa awal. Menurutnya, standar satu unit GPU Nvidia kini telah mengalami perubahan yang sangat besar dibandingkan era ketika GPU identik dengan kartu grafis komputer untuk kebutuhan gaming.

Bacaan Lainnya

Pada masa awal, kartu grafis Nvidia dibanderol sekitar US$399 atau setara Rp7 juta. Kini, satu unit sistem GPU terbaru Nvidia dapat mencapai US$8,5 juta atau sekitar Rp149 miliar.

Harga tersebut mencerminkan perubahan skala produk Nvidia yang kini bukan lagi sekadar kartu grafis, melainkan sistem komputer raksasa yang menggabungkan sekitar 2 juta komponen dan saling terhubung melalui teknologi NVLink.

Sistem tersebut juga membutuhkan konsumsi daya listrik hingga 250.000 kilowatt. Bahkan, untuk mengirimkan satu unit produknya kini dibutuhkan pesawat kargo khusus.

Nvidia Klaim Jadi Fondasi Ekosistem AI

Huang mengatakan, bukti lain yang menunjukkan besarnya pengaruh Nvidia terlihat dari penggunaan platform perusahaan tersebut oleh hampir seluruh laboratorium AI besar di dunia.

Ia menyebut sejumlah perusahaan seperti Anthropic, OpenAI, dan Google menjalankan model kecerdasan buatan mereka di atas platform Nvidia.

Atas kondisi tersebut, Huang menyebut Nvidia sebagai platform fondasi bagi seluruh ekosistem industri AI global.

“Kami melacak setiap gigawatt lahan, daya, dan ‘shell’ di seluruh dunia. Secara harfiah, segala sesuatu di planet ini,” katanya, dikutip dari TechCrunch, Jumat (11/9/2026).

Menurut Huang, skala pengaruh Nvidia juga didukung oleh jaringan mitra bisnis yang sangat luas. Berbagai perusahaan neocloud, produsen perangkat original (OEM), penyedia layanan cloud, hingga perusahaan native AI secara rutin melaporkan data operasional mereka langsung kepada Nvidia.

Pos terkait