Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur diposisikan sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi Batam, bukan sekadar mengejar penyelesaian proyek.
Kepemimpinan Turun ke Lapangan
Percepatan pembangunan tersebut juga tidak lepas dari pola kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.
Keduanya dinilai mengedepankan pendekatan yang tidak hanya bertumpu pada pekerjaan administratif dari balik meja, tetapi juga dengan melihat langsung kondisi di lapangan.
Amsakar kerap menekankan pentingnya memastikan pekerjaan pembangunan memberikan manfaat nyata. Sementara Li Claudia membawa pendekatan yang memadukan ketegasan terhadap aturan dengan komunikasi langsung bersama masyarakat.
Sebagai perempuan pertama yang memimpin Batam bersama Kepala BP Batam, Li Claudia juga disebut aktif turun melihat kondisi infrastruktur serta mendengarkan aspirasi masyarakat.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena pembangunan kota tidak hanya berkaitan dengan kepentingan dunia usaha, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Kami ingin Batam menjadi tempat yang memberikan kepastian untuk tumbuh, ruang bagi dunia usaha untuk berkembang, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ujar Li Claudia.
Kepastian tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan memperebutkan investasi, terutama ketika kota-kota di kawasan regional maupun negara lain sama-sama berupaya menawarkan kemudahan dan daya saing kepada investor.











