Investasi Baru Rp175 Triliun dan US$500 Juta Perkuat Daya Tarik Batam

“Kalau ke yang sama-sama FTZ itu kita masih bisa ekspor, makanya kita juga mencari pasar lain,” katanya.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar AS, sejumlah perusahaan juga mulai menjajaki peluang ekspor ke negara dan kawasan lain, termasuk Eropa dan Arab Saudi.

Diversifikasi pasar tersebut menjadi salah satu opsi untuk mempertahankan kegiatan produksi di tengah perubahan kebijakan perdagangan global. Namun, upaya tersebut membutuhkan kepastian akses pasar, pemenuhan standar produk, serta dukungan kebijakan yang sesuai.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Investor Pasar Modal Indonesia Capai 28,1 Juta, OJK Dorong Generasi Muda Melek Investasi Syariah

Ma’ruf mengatakan dirinya akan bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Perindustrian, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM di Jakarta untuk membahas perkembangan investasi dan persoalan yang dihadapi industri panel surya.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka ruang koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mencari solusi bagi industri yang terdampak.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan para pelaku industri panel surya pada Jumat (30/10/2026).

Pertemuan itu akan menjadi forum untuk membahas kendala yang dihadapi perusahaan, terutama terkait akses ekspor, sekaligus mengidentifikasi langkah yang dapat ditempuh untuk menjaga keberlangsungan usaha.

BACA JUGA:  Indonesia Rebut Emas Beregu Putra Asian Games 2026 Setelah Comeback atas China

“Ini rencana Hari Jumat (30/10), akan kami kumpulkan teman-teman pabrik solar panel untuk kita sama-sama berdiskusi untuk mencari jalan keluar,” kata Fary.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *