Kerja sama WIRARAJA GESEIP dengan Tynergy Technology Group dan Essence Global difokuskan pada pengembangan sejumlah sektor industri strategis. Bidang yang menjadi sasaran meliputi hilirisasi pasir silika (silica sand downstreaming), pengembangan pabrik pintar berbasis kecerdasan buatan atau AI smart factory, serta peluang pengembangan industri semikonduktor dan perakitan baterai sodium-ion.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem industri terintegrasi yang menghubungkan proses produksi dari hulu hingga hilir.
Menurut Makruf, konsep industri terintegrasi atau end-to-end diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri teknologi tinggi sekaligus membuka peluang pengembangan manufaktur dengan nilai tambah lebih besar di Indonesia.
“Investasi ini mengusung konsep industri terintegrasi dari hulu ke hilir (end-to-end), guna membangun rantai pasok industri teknologi tinggi berskala besar, yang selanjutnya akan dikembangkan melalui ekspansi ke Kawasan Industri WIRARAJA GESEIP, Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Galang,” katanya.
Hilirisasi pasir silika menjadi salah satu fokus penting dalam rencana pengembangan tersebut. Melalui pengolahan bahan baku menjadi produk industri bernilai tambah, Indonesia berpeluang memperluas basis manufaktur sekaligus mendukung kebutuhan bahan baku bagi industri teknologi.
Sementara itu, pengembangan AI smart factory, semikonduktor, dan baterai sodium-ion membuka peluang bagi Batam untuk memperluas portofolio industri, dari manufaktur konvensional menuju sektor berbasis teknologi dan inovasi.
Meski demikian, realisasi setiap bidang usaha akan mengikuti tahapan pengembangan proyek serta ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati para pihak.













