Inflasi Kepri Menguat di Akhir 2025, Bank Indonesia Pastikan Stabilitas Harga Tetap Terjaga

kantor Bank Indonesia Provinsi Kepri
kantor Bank Indonesia Provinsi Kepri

Memasuki Januari 2026, sejumlah faktor yang berpotensi mendorong inflasi perlu diwaspadai, antara lain tren kenaikan harga emas global yang masih berlanjut, serta normalisasi tarif angkutan laut setelah berakhirnya diskon liburan.

Namun demikian, terdapat pula faktor penahan inflasi, seperti normalisasi permintaan pangan pasca-Nataru dan penurunan harga BBM non-subsidi sejak 1 Januari 2026.

Bank Indonesia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi bersama TPID se-Kepri. Langkah strategis seperti peningkatan produksi pangan, pelaksanaan pasar murah, penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), dan penguatan koordinasi diharapkan mampu menjaga inflasi Kepri tetap berada dalam rentang sasaran 2,5 ± 1 persen sepanjang 2026.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Kerja Sama Transaksi Tanpa Dolar Kian Meluas, BI Catat Lonjakan Nilai LCS hingga Rp369 Triliun

Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, BI, dan pelaku pasar, Kepri diharapkan dapat menghadapi tantangan inflasi tahun 2026 dengan kondisi yang lebih stabil dan terkendali. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *