Memasuki Januari 2026, sejumlah faktor yang berpotensi mendorong inflasi perlu diwaspadai, antara lain tren kenaikan harga emas global yang masih berlanjut, serta normalisasi tarif angkutan laut setelah berakhirnya diskon liburan.
Namun demikian, terdapat pula faktor penahan inflasi, seperti normalisasi permintaan pangan pasca-Nataru dan penurunan harga BBM non-subsidi sejak 1 Januari 2026.
Bank Indonesia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi bersama TPID se-Kepri. Langkah strategis seperti peningkatan produksi pangan, pelaksanaan pasar murah, penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), dan penguatan koordinasi diharapkan mampu menjaga inflasi Kepri tetap berada dalam rentang sasaran 2,5 ± 1 persen sepanjang 2026.
Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, BI, dan pelaku pasar, Kepri diharapkan dapat menghadapi tantangan inflasi tahun 2026 dengan kondisi yang lebih stabil dan terkendali. (***)









