Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi 2,91 persen (mtm) dengan andil 0,85 persen. Yang meliputi cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras.
Gangguan pasokan dari Sumatera bagian utara menyebabkan harga komoditas tersebut melambung menjelang libur Nataru.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut mencatat inflasi 1,63 persen (mtm), terutama dipicu oleh kenaikan harga emas internasional yang terdorong ketidakpastian geopolitik global.
Sementara itu, kelompok transportasi meningkat 1,13 persen (mtm) akibat lonjakan mobilitas masyarakat dan pelaksanaan berbagai agenda MICE, meskipun sempat tertahan oleh diskon akhir tahun.
Menurut BI Kepri, keberhasilan menahan inflasi sepanjang 2025 merupakan hasil penguatan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di provinsi maupun kabupaten/kota. Serangkaian program stabilisasi dijalankan melalui strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif.
Upaya stabilisasi yang dilakukan pada Desember antara lain High Level Meeting TPID di tiga daerah, publikasi Iklan Layanan Masyarakat, edukasi inflasi, serta pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah.









