Lonjakan harga tiket angkutan udara menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada Juni 2026 dengan kontribusi sebesar 0,20 persen. Selain itu, kenaikan harga bensin memberikan andil 0,17 persen, diikuti kenaikan harga cabai merah 0,07 persen, bawang merah 0,05 persen, serta bayam 0,04 persen.
Secara spasial, tekanan inflasi di Kepulauan Riau masih didorong oleh sejumlah kota utama. Kota Tanjungpinang tercatat mengalami inflasi tahunan tertinggi sebesar 4,95 persen, diikuti Batam sebesar 4,75 persen, sementara Karimun mencatat inflasi lebih rendah di level 3,55 persen.
Di tingkat regional Sumatera, posisi inflasi tahunan Kepri sebesar 4,67 persen berada di atas Provinsi Riau yang mencatat 4,55 persen, Sumatera Barat 4,70 persen, dan jauh di atas Bangka Belitung yang berada pada level 2,92 persen.
Meski tekanan harga meningkat, sejumlah komoditas juga tercatat mengalami deflasi dan membantu menahan lonjakan inflasi lebih tinggi.
Komoditas ketimun dan sawi hijau masing-masing mengalami penurunan harga sebesar 0,04 persen, diikuti kangkung 0,03 persen, serta tarif angkutan laut dan kacang panjang yang turun 0,02 persen.
Secara kelompok pengeluaran, selain transportasi, kenaikan harga juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 0,51 persen dengan andil 0,04 persen. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat naik 0,37 persen dengan kontribusi 0,10 persen.










