Menurutnya, petani membutuhkan dukungan nyata mulai dari pemilihan benih unggul, teknik budidaya yang tepat, penggunaan pupuk yang efisien, hingga edukasi agar produktivitas pertanian meningkat secara berkelanjutan.
“Petani harus didampingi dari awal. Mulai dari memilih bibit, cara tanam, penggunaan pupuk, sampai bagaimana meningkatkan hasil panen. Hal-hal sederhana seperti ini justru menentukan keberhasilan petani,” jelasnya.
Tidak hanya itu, persoalan akses permodalan petani juga menjadi perhatian utama HKTI. Bachtiar mengatakan sektor pertanian akan sulit berkembang maksimal apabila petani masih menghadapi keterbatasan modal usaha.
Karena itu, HKTI di daerah diharapkan aktif membangun komunikasi dengan pemerintah, lembaga keuangan, maupun berbagai pihak agar petani memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau.
“Permodalan ini sangat penting. Banyak petani tidak berkembang karena keterbatasan modal. Organisasi harus hadir memberi solusi, membantu akses pembiayaan, agar petani bisa berkembang dan lebih sejahtera,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bachtiar juga mengingatkan pentingnya mendukung program nasional pemerintah pusat yang saat ini menempatkan sektor pertanian dan ketahanan pangan sebagai prioritas utama pembangunan ekonomi nasional.
Ia menilai pemerintah pusat, termasuk Presiden Republik Indonesia, telah memberikan perhatian besar kepada sektor pertanian melalui berbagai program bantuan seperti subsidi pupuk, bantuan benih, bibit, serta berbagai dukungan lain bagi petani.
