HKTI Kepri Resmi Lantik Pengurus 7 Kabupaten dan Kota, Fokus Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Petani

Ia menekankan, setelah proses pelantikan selesai, seluruh pengurus HKTI di daerah harus segera bergerak cepat melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) agar struktur organisasi benar-benar hidup dan berjalan efektif di lapangan.

Menurutnya, kekuatan HKTI sejatinya berada di akar rumput, yakni para petani yang sehari-hari berproduksi dan menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

“Organisasi tidak boleh berhenti di tingkat pengurus saja. Konsolidasi harus sampai ke kelompok tani. Kita harus tahu siapa petaninya, komoditas apa yang mereka tanam, bagaimana kondisinya, hingga kebutuhan yang mereka hadapi di lapangan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Bachtiar mendorong seluruh pengurus HKTI di daerah agar mulai mengembangkan pola pertanian modern dan kreatif, termasuk memanfaatkan teknologi pertanian di tengah keterbatasan lahan yang banyak terjadi di wilayah perkotaan maupun daerah kepulauan seperti Kepri.

Ia menyebut berbagai model pertanian produktif tetap bisa dijalankan meskipun dengan keterbatasan ruang, seperti hidroponik, urban farming, budidaya tanaman pekarangan, peternakan skala kecil berbasis keranjang, hingga budidaya perikanan menggunakan kolam terpal modern.

“Pertanian tidak selalu soal lahan luas. Kalau ada kemauan, usaha dan inovasi, semua bisa dilakukan. Hidroponik bisa, tanaman pekarangan bisa, peternakan kecil bisa, perikanan dengan sistem kolam modern juga bisa. Selama masyarakat mau berusaha, sektor pertanian akan terus berkembang,” katanya.

Selain konsolidasi, Bachtiar juga menyoroti pentingnya pendampingan langsung kepada petani mulai dari tahap awal produksi hingga pemasaran hasil panen.

Pos terkait