Kesepakatan ini membuka peluang kerja sama luas, mulai dari promosi investasi, pertukaran informasi bisnis, pengembangan proyek industri bersama, hingga peningkatan kapasitas kawasan industri di kedua negara.
Menariknya, Akhmad Maruf mengungkapkan bahwa langkah ekspansi global HKI tidak berhenti di Rusia. Setelah menjajaki pasar Inggris dan Rusia, pihaknya akan melanjutkan penetrasi ke China.
“Setelah dari UK dan Rusia, kami akan lanjut ke China. Besok perusahaan kami juga akan melakukan joint venture dengan perusahaan Rusia. Intinya kami sujud syukur dan kami mohon dukungan dari pemerintah untuk terus melakukan promosi investasi dan menarik investasi masuk ke Indonesia,” ujarnya.
Pernyataan ini mempertegas bahwa kerja sama dengan Rusia bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi besar untuk mempercepat arus investasi asing ke Indonesia.
Di tengah perlambatan ekonomi global, langkah HKI ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia mulai lebih agresif “menjemput bola” investor internasional.
Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan komitmen tersebut benar-benar terealisasi menjadi investasi konkret yang mampu mendorong pertumbuhan kawasan industri nasional dan menciptakan lapangan kerja baru. (Iman Suryanto)










