Hari Santri Nasional 2026, Kepri Perkuat Peran Pesantren Cetak Generasi Berakhlak dan Berdaya Saing

Dari salawat menuju Indonesia Emas

Puncak peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Kepri ditandai dengan kegiatan Kepri Bersholawat bersama 3.000 santri. Lantunan selawat menjadi penutup yang sarat makna, mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah.

Di balik kemeriahan tersebut, tersimpan pesan tentang pentingnya menjaga persatuan, memperkuat karakter, dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Nilai-nilai itu menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

Bacaan Lainnya

Peringatan Hari Santri 2026 di Tanjungpinang pun menjadi pengingat bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, atau kemajuan teknologi. Pembangunan sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan memiliki semangat pengabdian juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Santri memiliki kesempatan untuk mengambil peran dalam perjalanan tersebut. Dengan memadukan kekuatan ilmu agama, penguasaan teknologi, kreativitas, dan karakter yang kokoh, pesantren dapat terus menjadi salah satu pilar penting dalam membangun masa depan bangsa.

Dari pesantren, harapan itu tumbuh. Dari tangan para santri, ilmu dan nilai-nilai kebaikan diwariskan. Dan dari semangat kebersamaan yang bergema di Gedung Daerah Kepri, tersampaikan pesan bahwa menguatkan negeri merupakan tanggung jawab bersama lintas generasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Ketua TP-PKK Provinsi Kepri sekaligus Wakil Ketua I DPRD Kepri Dewi Kumalasari, Ketua BKOW Provinsi Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepri Zoztafia, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Ketua LAM Provinsi Kepri, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, pimpinan organisasi keagamaan, pimpinan pondok pesantren, para kiai dan guru, serta santri dan santriwati.(***)

Pos terkait