Hari Santri Nasional 2026, Kepri Perkuat Peran Pesantren Cetak Generasi Berakhlak dan Berdaya Saing

Semangat perjuangan tersebut, menurut pesan Menteri Agama, harus terus hidup dalam bentuk pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tentu saja akhlak mulia,” demikian pesan Menteri Agama dalam amanat yang dibacakan Gubernur Ansar.

Pesan itu menjadi refleksi bagi dunia pesantren. Jika generasi terdahulu berjuang mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan, santri masa kini menghadapi tantangan yang berbeda, mulai dari perubahan teknologi, persaingan global, hingga persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Santri diharapkan berani mengembangkan potensi diri dan tidak membatasi cita-cita hanya pada bidang keagamaan. Mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, profesional, bahkan pemimpin bangsa.

Namun, kemajuan tersebut harus tetap berpijak pada nilai-nilai moral. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter, sehingga kemajuan yang dicapai tidak hanya menghasilkan kecerdasan, tetapi juga tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.

Pesantren pun diharapkan terus menjaga tradisi keilmuan dan akhlak sekaligus membuka diri terhadap perubahan. Dengan cara itu, pesantren dapat melahirkan generasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional.

Pos terkait