“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, BMKG, dan maskapai untuk memastikan kondisi udara aman sebelum operasional kembali normal,” ujar Annang.
Ia menambahkan, pihak bandara bersama maskapai telah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk opsi reschedule dan refund bagi penumpang yang terdampak.
Gangguan penerbangan ini diperkirakan berdampak langsung pada sektor ekonomi Batam, terutama pariwisata, perdagangan, dan mobilitas bisnis.
Bandara Hang Nadim sendiri merupakan pintu utama transportasi udara di Batam yang melayani jutaan penumpang setiap tahun dan menjadi penghubung penting ke berbagai kota besar di Indonesia.
Pembatalan penerbangan rute Batam–Jakarta dinilai signifikan karena jalur tersebut merupakan salah satu rute tersibuk, terutama untuk perjalanan bisnis dan logistik.
“Efeknya bukan hanya pada penumpang, tetapi juga pada pergerakan ekonomi, termasuk distribusi barang dan aktivitas investasi yang bergantung pada konektivitas udara,” tambah Annang.











