Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, BI Kepri Gandeng Media Perkuat Edukasi Inflasi

“Ketika permintaan naik drastis, sementara pasokan tetap, harga otomatis bergerak naik. Ini pola tahunan yang harus kita kelola bersama, baik pemerintah daerah, instansi teknis, maupun media.” tegasnya.

BI menjelaskan dua penyebab utama inflasi:
1. Demand-Pull Inflation (Inflasi karena permintaan tinggi)
Inflasi terjadi karena permintaan melebihi pasokan. Contohnya saat libur panjang, Nataru, hingga Idulfitri. Harga ayam, telur, tiket pesawat, dan sejumlah barang konsumsi biasanya naik kerana tingginya permintaan.

2. Cost-Push Inflation (Inflasi karena biaya produksi naik)
Inflasi terjadi ketika biaya produksi meningkat akibat naiknya harga energi, logistik, atau bahan baku. Kenaikan harga BBM, tarif transportasi, atau upah minimum juga berdampak pada kenaikan harga barang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Produksi Perikanan Kepulauan Riau Tumbuh 7,45 Persen, Natuna Jadi Kontributor Terbesar

Adik menegaskan bahwa memahami dua jenis inflasi ini penting agar masyarakat tidak menafsirkan kenaikan harga secara keliru.

BI Tegaskan Tiga Komponen Utama Inflasi

Bank Indonesia juga mengingatkan bahwa inflasi selalu dilihat dari tiga komponen yang digunakan dalam perumusan kebijakan nasional:
1. Inflasi Inti
Dipengaruhi oleh kebijakan moneter dan faktor fundamental ekonomi seperti suku bunga.

2. Inflasi Pangan Bergejolak (Volatile Food)
Dipengaruhi oleh cuaca, stok pangan, distribusi, dan kondisi global. Kelompok komoditas ini sangat sensitif dan cepat berfluktuasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *