Secara ekonomi, Batam dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia. Selain berstatus sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan, kedekatan geografis dengan Singapura dan kawasan Asia Tenggara memberikan peluang bagi talenta, startup dan industri lokal untuk menjangkau pasar regional.
Potensi tersebut semakin diperkuat dengan berkembangnya komunitas teknologi, pengembang gim, kreator digital, perguruan tinggi, industri dan talenta digital di Batam.
Sekretaris Daerah Kota Batam H. Firmansyah mengatakan digitalisasi menjadi bagian penting dalam pembangunan Batam. Karena itu, penguatan ekosistem digital perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi.
“Kehadiran Garuda Spark Innovation Hub di Batam diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, komunitas, talenta, startup, dan investor untuk mendorong Batam menjadi hub digital dan teknologi terdepan di kawasan Asia Tenggara,” ujar Firmansyah.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam pengembangan GSIH Batam adalah industri gim.
Industri tersebut dinilai tidak hanya menghasilkan produk hiburan, tetapi juga memiliki potensi menciptakan lapangan kerja, mengembangkan talenta, mendorong inovasi teknologi, memperkuat kreativitas dan menghasilkan kekayaan intelektual lokal yang dapat dipasarkan secara nasional maupun global.
Karena itu, pengembangan industri gim membutuhkan konektivitas antara pengembang, komunitas, talenta, industri, akademisi dan pemerintah.
