IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA — Indonesia dan Uni Eropa (UE) memasuki tahap akhir penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian dagang tersebut ditargetkan ditandatangani pada Oktober 2026 dan mulai diimplementasikan pada Januari 2027.
Perjanjian yang proses perundingannya telah berlangsung hampir satu dekade tersebut diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia melalui penghapusan dan penurunan tarif perdagangan.
Pemerintah bahkan membidik peningkatan nilai ekspor Indonesia ke Uni Eropa hingga dua kali lipat setelah IEU-CEPA mulai diterapkan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan IEU-CEPA akan menjadi instrumen strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan dan investasi, sekaligus memperkuat rantai pasok Indonesia dan Uni Eropa.
“IEU-CEPA akan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan dan investasi, serta memperkuat diversifikasi rantai pasok dan ketahanan ekonomi Indonesia-Uni Eropa,” tulis Airlangga dalam unggahan Instagram miliknya, @airlanggahartarto_official, dikutip Minggu (23/8/2026).
Airlangga menyebut sekitar 90,4% pos tarif ekspor Indonesia ke Uni Eropa akan langsung menjadi 0% apabila IEU-CEPA mulai diimplementasikan pada awal 2027. Sementara itu, 8,37% pos tarif lainnya akan diturunkan secara bertahap.
Dengan skema tersebut, sejumlah produk unggulan Indonesia berpeluang memperoleh akses yang lebih kompetitif ke pasar Uni Eropa, mulai dari sawit, alas kaki, kopi, furnitur, produk pertanian dan perikanan, hingga jasa telekomunikasi.
Selain perdagangan, pemerintah juga membidik peningkatan investasi dari Uni Eropa, terutama pada sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi.
“Di sisi investasi, Indonesia terus mendorong masuknya investasi Uni Eropa pada sektor bernilai tambah tinggi, antara lain manufaktur maju, energi terbarukan, kendaraan listrik, digital, dan farmasi,” lanjut Airlangga.
IEU-CEPA Ditargetkan Berlaku Januari 2027
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah bersama Uni Eropa masih terus mematangkan penyelesaian perjanjian tersebut.
Setelah penandatanganan, pemerintah menargetkan IEU-CEPA dapat mulai diimplementasikan pada Januari 2027.
“Kalau tidak ada masalah, artinya target kita sebenarnya Oktober bisa tanda tangan. Kalau Oktober tanda tangan, harapan kita Januari 2027 itu sudah implementasi,” kata Budi saat ditemui di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Menurut Budi, implementasi IEU-CEPA diharapkan dapat memberikan peluang lebih besar bagi pelaku usaha Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke pasar Uni Eropa.
