Ekonomi Syariah dan UMKM, Jalan Kepulauan Riau Menuju Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto

Dengan posisi strategis tersebut, produk UMKM halal dari Kepulauan Riau memiliki peluang untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri halal global.

Tidak hanya itu, sektor pariwisata halal juga menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan di wilayah ini. Dengan kekayaan budaya Melayu yang kuat serta potensi destinasi wisata bahari yang indah, Kepulauan Riau memiliki peluang untuk mengembangkan konsep wisata yang ramah bagi wisatawan muslim.

Dalam konteks ini, ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan sektor keuangan, tetapi juga mencakup berbagai sektor ekonomi seperti kuliner halal, fesyen muslim, pariwisata halal, hingga industri kreatif berbasis nilai-nilai syariah.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Frekuensi Transaksi QRIS di Hari Kedua BI Kepri CERNIVAL 2025 Capai 73.140

Bank Indonesia Perwakilan Kepri terus mendorong agar berbagai sektor tersebut dapat tumbuh secara terintegrasi sehingga menciptakan ekosistem ekonomi halal yang kuat di daerah.

Rony menegaskan bahwa penguatan ekonomi syariah sejalan dengan visi besar Indonesia untuk menjadi salah satu pusat industri halal dunia.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Kepulauan Riau sebagai wilayah strategis di perbatasan juga memiliki peluang untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem halal nasional,” ujarnya.

Dengan dukungan berbagai program pemberdayaan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan, ekonomi syariah diyakini akan menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.

BACA JUGA:  BP Batam Respon Cepat Keluhan Warga dengan Memperbaiki Jalan Letjen Suprapto SP Plaza

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *