Tanpa migas, pertumbuhan mencapai 5,50 persen (y-on-y), dengan kontraksi q-to-q -3,06 persen
Menurut Nyanyang, kontraksi secara triwulan merupakan hal yang wajar akibat faktor musiman, dan tidak mengganggu tren pertumbuhan tahunan yang tetap kuat.
Lebih lanjut, Nyanyang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap capaian ini, mulai dari dunia usaha, investor, hingga masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder, termasuk pelaku usaha, investor, dan masyarakat Kepri yang terus menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak positif,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen untuk terus memperkuat sektor-sektor strategis, terutama industri pengolahan, perdagangan, serta pengembangan ekonomi non-migas.








