“Fokus ini penting bagi Kepri yang memiliki wilayah kepulauan luas dan mobilitas ekonomi yang tinggi.” tegasnya.
4. Pengembangan UMKM dan Aktivitas Ekonomi Inklusif
Sejalan dengan strategi nasional, BI Kepri juga menyiapkan berbagai kegiatan pendampingan UMKM, mulai dari pelatihan peningkatan kualitas produk, Kurasi, branding, dan digital marketing. Serta dukungan pembiayaan dan onboarding ke platform digital, Pameran dan business matching UMKM di tingkat lokal maupun nasional.
“Pendekatan ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah,” tambahnya.
Secara keseluruhan, 2026 dipandang sebagai tahun penting bagi Kepri untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Optimisme diberikan oleh kuatnya sektor industri dan meningkatnya minat investasi.
Namun, BI mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika internasional yang dapat memengaruhi ekspor, biaya logistik, dan arus modal.
“Dengan sinergi erat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku industri, dan masyarakat, Kepri diproyeksikan tidak hanya mampu menjaga stabilitas, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai motor ekonomi kawasan barat Indonesia,”tutupnya. (Iman Suryanto)









