Ekonomi Indonesia Hadapi ‘Awan Gelap’ Global, Perry Warjiyo: “Kuncinya Satu, Sinergi!”

Meski awan global kian gelap, Perry menyampaikan rasa syukurnya karena ekonomi Indonesia mampu menjaga ketahanan di tengah tekanan dunia.

“Alhamdulillah, stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Pertumbuhan masih relatif tinggi dan tekanan eksternal dapat dikelola,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sinergi kebijakan menjadi penopang utama keberhasilan tersebut. kolaborasi fiskal–moneter, penguatan sektor pangan, serta stabilitas nilai tukar yang terjaga, dinilai mampu membuat ekonomi Indonesia tetap kokoh.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Menunggak Iuran, BPJS Ketenagakerjaan Ajukan Gugatan ke PT. Sinar Bestari Indah

Menurut BI, pada 2026–2027, Indonesia berpotensi tumbuh lebih tinggi dengan pendorong utama berupa:
1. kenaikan konsumsi rumah tangga
2. investasi yang makin kuat
3. ekspor yang tetap bertahan meskipun ekonomi dunia melambat
4. inflasi yang tetap terkendali
5. cadangan devisa yang cukup serta neraca pembayaran yang sehat
6. pertumbuhan kredit yang meningkat
7. percepatan ekonomi keuangan digital seperti e-commerce, digital banking, dan uang elektronik

Perry kemudian memaparkan arah kebijakan dan transformasi ekonomi nasional untuk memperkuat daya tahan Indonesia di masa depan.

Ia menegaskan bahwa posisi Indonesia harus semakin tangguh dan mandiri, berbasis sumber daya alam dan ekonomi kerakyatan. Ada lima area sinergi besar yang akan menjadi fokus Indonesia ke depan:
1. Memperkuat stabilitas dan mendorong permintaan domestik
Stabilitas harga, nilai tukar rupiah, dan kondisi pasar keuangan harus menjadi pondasi utama pertumbuhan.

BACA JUGA:  BI Kepri Berkomitmen Tekan Inflasi melalui Strategi 4K

2. Hilirisasi, industrialisasi, dan ekonomi kerakyatan
Transformasi struktural menjadi keharusan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada komoditas mentah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *