Ekonomi Batam Kian Bergairah, Pulau Tanjungsauh Resmi Menjadi Bagian FTZ

Langkah ini diperkirakan akan semakin meningkatkan daya tarik investasi asing langsung (FDI), terutama dari Singapura yang hingga kini masih menjadi investor terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai sekitar US$17,4 miliar pada 2025.

Pengamat ekonomi menilai masuknya Pulau Tanjungsauh ke dalam FTZ Batam berpotensi memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

Selain membuka peluang investasi baru, kebijakan ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas perdagangan, mendorong pertumbuhan sektor jasa pendukung, serta mempercepat pembangunan kawasan pesisir dan kepulauan di Batam.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Publik 'Jatuh Hati' Dengan Abdul Razak dan Sri Suwanto di Pilgub Kalteng 2024

Bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal, perluasan FTZ diharapkan mampu menghadirkan peluang ekonomi yang lebih luas seiring masuknya investasi baru ke kawasan tersebut.

Dengan status FTZ yang kini mencakup 22 pulau, Pulau Tanjungsauh diproyeksikan menjadi salah satu kawasan strategis baru yang akan berperan penting dalam mendukung transformasi Batam sebagai pusat industri, logistik, ekonomi digital, dan perdagangan internasional di kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, Gan Kim Yong menegaskan komitmen Singapura untuk terus menjadi mitra ekonomi strategis Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *