Ia menyebut sejumlah komoditas seperti ikan dan rumput laut dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah. Pengembangan produk turunan dinilai penting agar UMKM tidak hanya menjual bahan baku, tetapi mampu menghasilkan produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Salah satu yang menurutnya potensial adalah pengembangan produk berbasis rumput laut. Komoditas tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai produk, termasuk untuk kebutuhan industri kecantikan dan kesehatan, sesuai dengan standar serta kebutuhan pasar tujuan.
“Harus ada inovasi. Misalnya rumput laut bisa dikembangkan menjadi berbagai produk turunan. Ini yang harus ditonjolkan bahwa kita punya kekhasan dan bahan baku dari wilayah sendiri,” kata Wahyu.
Ia berharap pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait dapat mendorong UMKM Kepri untuk lebih fokus mengembangkan produk yang mencerminkan karakteristik daerah.
Menurut Wahyu, penguatan produk lokal sekaligus inovasi dan peningkatan kualitas akan menjadi modal penting bagi UMKM Kepri untuk masuk ke pasar yang lebih luas.
“Saya belum melihat produk UMKM yang benar-benar menonjolkan ciri khas kelautan dan perikanan Kepri pada momentum ini. Mudah-mudahan ke depan produk seperti itu bisa lebih ditonjolkan,” ujarnya.
Wahyu mengatakan masukan tersebut akan didorong melalui perangkat daerah terkait agar pelaksanaan business forum berikutnya dapat lebih efektif dalam membuka akses pasar dan memperkuat daya saing UMKM Kepri.
“Ini sangat baik, hanya saja persiapannya tentu harus lebih matang. Kita juga harus menerima masukan dari mereka mengenai apa saja kekurangan produk kita,” katanya.(Iman)











