IDNNEWS.CO.ID, BATAM — Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi kabut asap dan kualitas udara yang belum membaik di sejumlah wilayah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Dr. Moh. Bisri, S.K.M., M.Kes., mengatakan kondisi tersebut diperparah oleh musim kemarau yang masih berlangsung dan belum turunnya hujan.
Menurutnya, kepadatan lalu lintas kendaraan di sejumlah kota, terutama Batam dan Tanjungpinang, turut berpotensi memperburuk kualitas udara.
“Sehubungan dengan kondisi kabut asap yang belum membaik, ditambah musim kemarau dan belum ada hujan, termasuk di Batam dan Tanjungpinang yang lalu lintas kendaraannya cukup padat, maka polusi udara semakin berat,” ujar Bisri.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan Air Quality Index (AQI), kualitas udara di sejumlah wilayah Kepri telah berada pada kategori tidak sehat. Bahkan, hampir seluruh kabupaten/kota di Kepri mencatat indeks kualitas udara di atas 100.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian khusus, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak polusi udara.
“Angkanya sudah di atas 100, yang artinya memang tidak sehat, terutama untuk kelompok rentan seperti orang tua, anak-anak balita, orang yang memiliki risiko penyakit kronis, dan terutama mereka yang mengalami gangguan pernapasan,” katanya.
Bisri juga mengungkapkan adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kepri. Berdasarkan data surveilans kesehatan, peningkatan kasus terjadi secara berturut-turut sejak minggu ke-33 hingga minggu ke-35.
“Dari data surveillance kita, mulai minggu ke-33, ke-34 dan ke-35 terjadi kenaikan sekitar 30 persen kasus ISPA di Kepri, terutama di Batam dan Tanjungpinang,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Dinkes Kepri meminta kelompok rentan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat.
“Kalau kualitas udara sudah tidak sehat, sesuai SOP, kelompok rentan seperti orang tua, anak-anak dan balita sebaiknya beraktivitas di dalam rumah,” imbaunya.
Sementara itu, masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, khususnya pekerja lapangan seperti pengemudi transportasi dan pengemudi ojek online, diminta menggunakan masker.
Selain masker, masyarakat juga diimbau memperbanyak minum air putih dan memastikan waktu istirahat yang cukup.
“Bagi masyarakat yang memang harus bekerja di luar rumah, silakan melengkapi diri dengan masker, minum air yang cukup dan juga beristirahat,” kata Bisri.
Dinkes Kepri juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan seperti gangguan pernapasan, flu, batuk atau gejala lainnya yang berkaitan dengan saluran pernapasan.
“Bila ada gangguan pernapasan, flu dan lainnya, segera datang ke Puskesmas untuk mendapatkan obat. Di sana masyarakat juga bisa mendapatkan masker,” ujarnya.
Bisri menambahkan, Dinkes Kepri telah mendistribusikan masker ke sejumlah Puskesmas sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat menghadapi kondisi kualitas udara yang tidak sehat.
Masyarakat diimbau tidak mengabaikan kondisi kualitas udara dan tetap menerapkan langkah perlindungan diri, terutama selama kabut asap dan musim kemarau masih berlangsung. (Iman)











