“Gagasan pengembangan ekosistem pembelajaran pegawai diarahkan untuk terus meningkatkan kapasitas di bidang pelayanan investasi, perizinan, tata kelola, digitalisasi, keberlanjutan, serta kepemimpinan,” kata Fary.
Lebih jauh, Corporate University tidak hanya difokuskan pada pelatihan teknis, tetapi juga diarahkan untuk membangun pola pikir kerja atau mindset aparatur yang lebih modern, kolaboratif, dan berstandar internasional.
BP Batam menilai kualitas SDM internal memiliki pengaruh langsung terhadap persepsi investor terhadap iklim usaha di Batam. Pelayanan yang lambat, birokrasi yang kurang fleksibel, hingga minimnya pemahaman terhadap kebutuhan investor dapat menjadi hambatan serius dalam menarik dan mempertahankan investasi.
Di tengah meningkatnya persaingan antar kawasan industri dan pusat investasi di Asia Tenggara, Batam dituntut menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, profesional, dan memberikan kepastian kepada pelaku usaha.
Untuk itu, penguatan aparatur diposisikan sebagai salah satu pilar utama agar transformasi pelayanan investasi berjalan efektif.
Fary menambahkan, pengembangan Corporate University akan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan yang terukur, efisien, dan menyesuaikan kebutuhan organisasi.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut nantinya tidak diukur dari banyaknya pelatihan yang diselenggarakan, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat dan investor.









