Deepfake dan Influencer Palsu Ancam Investor, BEI Dorong Penguatan Literasi Keuangan

Ia menegaskan, tampilan promosi yang profesional, penggunaan nama besar, hingga kemunculan figur terkenal dalam sebuah video tidak dapat dijadikan jaminan bahwa penawaran investasi tersebut benar dan dapat dipercaya.

Karena itu, masyarakat diminta memastikan keaslian informasi serta memeriksa legalitas pihak yang menawarkan investasi melalui saluran resmi.

Novita juga mengingatkan sejumlah ciri penipuan investasi yang perlu diwaspadai, seperti janji keuntungan tinggi tanpa risiko, tekanan agar calon investor segera mentransfer dana, serta permintaan informasi pribadi maupun data keuangan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Aliansi Masyarakat Rempang Tolak Rencana Transmigrasi Lokal

AI Bisa Bantu Investasi, tetapi Jangan Jadi Satu-satunya Rujukan

Di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital, BEI juga mengingatkan masyarakat agar tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi AI dalam mengambil keputusan investasi.

Menurut Novita, AI pada dasarnya dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mempelajari instrumen investasi, mencari referensi, hingga memahami istilah dan konsep keuangan.

Namun, informasi yang dihasilkan teknologi tersebut belum tentu akurat, mutakhir, maupun sesuai dengan kondisi dan profil risiko masing-masing investor.

Oleh sebab itu, investor tetap harus melakukan riset secara mandiri, membandingkan informasi dari berbagai sumber kredibel, serta mempertimbangkan kemampuan keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

BACA JUGA:  Investor Pasar Modal Melonjak, Kepri Tampil sebagai Penyokong Utama Sumatra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *